Sunday, April 27, 2008

10 Trik Mengatasi Cemas Berlebihan

Cemas dan khawatir rasanya tak mungkin terlewatkan dalam hidup manusia. Sebetulnya, kecemasan bukanlah sesuatu yang berbahaya. Pada keadaan tertentu, kecemasan bahkan bisa memotivasi orang untuk lebih baik lagi menjalankan tugas sehari-harinya.

Namun, ada yang mengalaminya terlalu sering atau terlalu berlebihan, ketika sesamanya menanggapi suatu situasi tertentu dengan wajar. Boleh jadi, Anda juga termasuk si pencemas itu. Kalau cemas sudah jadi obsesi, itu bisa menginterupsi kegiatan sehari-hari dan merusaknya. Karena itu, cobalah hilangkan kecemasan itu dengan:
  1. Mengetahui batas kemampuan Anda Ciptakan dan prioritaskan tujuan Anda, baik kehidupan pribadi maupun profesional. Lalu, jabarkan pelaksanaannya dalam bentuk mingguan, bulanan, atau jangka waktu tertentu. Sadari bahwa tak ada gunanya membuang waktu dan energi untuk terobsesi dalam salah satu isu, event, atau pun orang-orang yang berada di luar kontrol.
  2. Percayai diri Anda sendiri Setiap kali Anda menghadapi suatu masalah, ingatkan diri bahwa Anda akan bisa menghadapinya. Ingatlah bahwa Anda tak akan diberi suatu beban yang Anda tak mungkin bisa memikulnya. Bisa juga Anda mengingat-ingat sukses yang pernah Anda raih, hanya untuk memastikan bahwa Anda memang berpotensi.
  3. Persiapan menghadapi risiko terburuk Walau Anda berpikir dengan optimistis, tak ada salahnya mempersiapkan diri menghadapi risiko yang terburuk. Misalnya, bila sekarang Anda sedang bekerja di suatu perusahaan, buatlah skenario tersendiri tentang kantor itu. Yang terburuk adalah, bagaimana bila perusahaan ini tutup dan Anda harus mencari pekerjaan lain. Karena itu, Anda mempersiapkan diri dengan menjalin networking, in case Anda membutuhkannya suatu hari nanti.
  4. Selalu berharap yang terbaik Walau begitu, Anda tak boleh menyangsikan kemurahan Sang Maha Pencipta. Tetaplah terus berpikir dan berperilaku positif, mengharap keadaan yang terbaik. Tetap berharap akan memacu Anda untuk hidup dengan baik.
  5. Buat daftar ketakutan Anda Catatlah segala ketakutan dan kecemasan Anda dalam suatu bentuk tertulis. Ketika Anda merasa cemas, bacalah dan sadarilah bahwa ternyata Anda tetap hidup dengan baik selama itu. Percayalah, lambat laun kegelisahan Anda akan lenyap.
  6. Cari pertolongan Bila Anda merasa segalanya sudah nyaris tak tertahankan, carilah bantuan. Anda bisa membagi masalahnya dengan teman, atau dengan ahli.
  7. Cari kesibukan Cara lain untuk menghilangkan kecemasan yang berlebihan adalah dengan menjaga Anda tetap sibuk. Kalau Anda merasa bahwa Anda terganggu sedemikian rupa oleh suatu hal, buatlah proyek baru yang akan membuat Anda sibuk.
  8. Yakin rasa ini bisa hilang Jangan sampai Anda berpikir bahwa rasa cemas ini sudah mendarahdaging dan karena itu tak bisa dihilangkan.
  9. Selama ada kemauan, pasti ada jalan Buang jauh-jauh rasa putus asa itu. Selama Anda masih punya motivasi untuk mengatasinya, segala macam rasa cemas ini bisa diatasi.
  10. Pertebal iman Kepercayaan dan iman Anda akan menolong banyak ketika Anda sedang cemas. Anda akan percaya bahwa segala sesuatu itu terjadi karena kehendak Yang Maha Kuasa, dan bahwa Anda akan selalu berada di bawah lindungan-Nya. Kepercayaan seperti ini akan membantu menghilangkan rasa cemas.

Friday, April 18, 2008

10 Cara Bangkit dari Kesedihan

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Penyebabnya macam-macam, bisa karena sedang patah hati, sakit secara fisik, bokek alias tidak punya uang, dan semacamnya. Pada saat-saat seperti itu, bisa jadi orang mengalami frustrasi, depresi, dan ekstremnya, mencoba bunuh diri.
Mudah-mudahan Anda tidak usah seperti itu. Coba tip di bawah ini untuk menemukan kembali semangat diri.

  1. Ayunkan tubuh dan bernyanyi
    Pasang musik favorit, terutama yang berirama disko atau dance. Sambil bergoyang, Anda juga bisa ikut menyanyi.
  2. Tersenyum
    Tersenyum bisa 'mengakali' otak. Maksudnya, karena otot-otot Anda memaksakan senyum, otak akan berpikir bahwa Anda sedang senang.
  3. Habiskan waktu dengan orang-orang tercinta
    Ada orang yang senang kongkow dengan teman-temannya, ada juga yang senang bermain dengan anak-anak kecil. Terserah yang mana pilihan Anda, yang jelas pilihan kedua amat menyenangkan. Bayangkan Anda mencubit pipi seorang bocah, menyaksikan keriangannya menjilat es krim, bermain di kolam renang, atau melakukan apa pun. Percayalah, keriangan anak-anak akan menular pada Anda.
  4. Hadiahi diri Anda sendiri
    Kalau ada pekerjaan yang tidak Anda sukai, jangan ditunda. Segera kerjakan, supaya setelah itu usai, Anda bisa memberi kado bagi diri Anda sendiri. Hadiahnya tak usah mahal-mahal amat, bisa berupa memanjakan diri di spa atau salon, berendam di kamar mandi, membaca majalah atau buku, atau tak melakukan apa pun sambil mengunyah dua keping cokelat.
  5. Bersihkan sekeliling Anda
    Keadaan yang kacau balau memang bikin dada sesak. Karena itu, bebenahlah. Biarkan segala sesuatu berada di tempat yang seharusnya. Seni kuno Feng Shui menyebutkan bahwa mengenyahkan kekacaubalauan di suatu tempat berarti akan mengusir energi negatif dari sana. Cobalah.
  6. Lakukan tindakan
    Bila ada sesuatu yang membuat Anda cemas, entah itu kesehatan, pekerjaan, atau kehidupan rumah tangga, lakukan sesuatu. Jangan biarkan suatu masalah menjadi berlarut-larut, menggerogoti kebahagiaan Anda, dan 'menikam' apa yang seharusnya Anda peroleh.
  7. Berpikir positif
    Para konsultan psikologis tak akan pernah bosan menghadiahi kedua kata ini. Sebab, ujung-ujungnya, segala masalah bisa terasa lebih ringan kalau Anda selalu berusaha berpikir positif.
  8. Jadi orang yang kreatif
    Kalau cuma duduk melamun sambil mengeluh bahwa dunia ini tidak adil, sudah jelas dunia ini memang 'terasa' tidak adil. Anda tidak punya kesibukan, sih. Cari sesuatu yang menyibukkan diri, seperti mengerjakan pekerjaan tangan, memasak, berkebun, meredekorasi rumah, dan sebagainya.
  9. Menulis
    Banyak ahli setuju bahwa menulis dapat menghilangkan stres. Cobalah dengan menuangkan apa yang Anda alami ke dalam selembar kertas. Anda akan kaget melihat hasilnya.
  10. Berolahraga
    Manfaat olahraga pasti sudah Anda ketahui. Tapi, melakukannya ketika Anda sedang sedih, bisa jadi membawa kegunaan lain. Di antaranya adalah, membuat Anda lupa masalah, dan membawa semangat baru.

Sunday, April 6, 2008

10 Alasan Kenapa Pria Takut Menikah

Cowok menikah di usia muda, belakangan ini memang lagi jadi tren. Tengok saja, pria-pria muda di bawah usia 25 tahun, seolah berlomba-lomba menuju jenjang perkawinan. Tapi, nggak sedikit lho para pria yang masih bertahan hidup melajang. Walaupun mereka itu sebenarnya sudah memenuhi kriteria usia dan kemapanan. Kenapa ya? Menurut James Douglas Barron dalam bukunya yang bertajuk She Wants a Ring--and I Don't Wanna Change a Thing, bagi kebanyakan wanita keputusan menikah itu merupakan sebuah intuisi.
Sebaliknya buat para pria, menikah itu ibaratnya tengah mempelajari teka-teki dari seri pertama hingga seri-seri berikutnya. Tidak heran jika menikah itu seolah menjadi hantu belau yang amat menakutkan bagi para pria.
Sesederhana itukah alasan kaum adam mengundur-undur keputusan untuk menikah? Tentu saja tidak. Menurut Barron, setidaknya ada 10 alasan yang melandasi ketakutan pria untuk menikah, sebagaimana tersebut di bawah ini:
  1. Mereka menganggap komitmen jangka panjang justru akan merusak hubungan indah yang telah terjalin.
  2. Menikah membuat mereka tidak sebebas hidup melajang. Begini-begitu serba diatur istri. Akibatnya, kesempatan untuk flirting sana-sini pun semakin sedikit saja.
  3. Mereka kebanyakan berandai-andai tentang sesuatu yang sebetulnya tidak perlu. Misalnya saja ketakutan kalau suatu saat sesudah menikah, eh tiba-tiba malah jatuh cinta dengan wanita lain.
  4. Bercerai! Ini yang konon paling banyak ditakuti oleh para pria.
  5. Trauma. Tidak sedikit pria yang trauma dengan kegagalan perkawinan kedua orangtua mereka. Daripada mengulang sejarah buruk perkawinan kedua ortunya, mending mereka urung menikah.
  6. Pernikahan membuat para pria harus bersikap lebih kompromistis. Padahal, sikap tersebut menurut mereka justru bisa membunuh mereka secara perlahan-lahan. Ah, masak iya sih?
  7. Malas dengan urusan kerumahtanggaan, ya belanja lah, ya mengurus anak lah.
  8. Bosan! Konon pernikahan membuat para pria terjebak dalam rutinitas yang itu-itu saja, bekerja, jemput istri terus pulang ke rumah.
  9. Pernikahan juga menuntut mereka untuk tinggal dalam kehidupan yang sunyi, terkontrol, dan sarat privasi.
  10. Tak ingin terjebak dengan rutinitas kehidupan seks yang itu-itu saja!